• 2
  • 1

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 1 SUMBANG | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 1 SUMBANG

NPSN : 20301998

Jl.Raya Sumbang Kec.Sumbang Kab.Banyumas


smpsumbang@yahoo.co.id

TLP : (0281) 6445597


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 29098
Pengunjung : 10060
Hari ini : 10
Hits hari ini : 26
Member Online : 1
IP : 34.237.138.69
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

4 Prioritas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim




Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan empat prioritas kementeriannya. Empat hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Prioritas pertama, kata Nadiem, adalah pembelajaran anak. Ia akan mengecek apakah yang diberikan oleh kementerian terserap oleh para siswa. Ia menekankan hal tersebut diminta oleh Presiden Jokowi, agar hasil dan dampak dapat terpantau.

“Satu konsep yang sangat penting itu adalah studi badan-badan. Semua peraturan dan penggunaan dana kita harus dicek,” kata dia di kantor Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.

Kedua, struktur kelembagaan. Nadiem mengatakan struktur kelembagaan baik internal maupun eksternal badan-badan akan mendukung tujuan pembelajaran. Struktur kelembagaan ini kata dia, bisa berdampak positif juga terhadap kualitas pembelajaran.

Ketiga, menggerakkan revolusi mental di masyarakat. Nadiem menyebut untuk menyukseskan program revolusi mental Presiden Jokowi, tidak dapat hanya dilakukan di sistem institusi pendidikan saja.

“Jadi pengembangan karakter itu bukan hanya dari kurikulum, bukan hanya pembelajaran dari guru tapi masyarakat secara luas. Itu yang akan kami kembangkan,” kata dia.

Keempat, pengembangan teknologi. Nadiem menyebut dalam hal ini banyak yang harus difokuskan. Fokus dari teknologi ini ia sebut bisa membantu guru, dalam menjalankan kegiatan pendidikan.

Ia menyebut ada paradigma yang keliru di masyarakat soal pengembangan teknologi ini. Menurutnya selama ini teknologi di ranah pendidikan banyak disalahpahami, diartikan akan mengganti peran guru dan menembus batas ruang kelas. Persepsi ini ia sebut sangat keliru.

“Teknologi itu untuk memperbaiki atau meng-enhance, meningkatkan kapasitas. Bukan untuk mengantikan,” ujar mantan CEO Go-Jek ini.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas